JAKARTA, inca.ac.id – Setiap berita yang disajikan media massa tidak pernah benar-benar netral karena selalu ada sudut pandang yang dipilih oleh wartawan dan redaksi. Analisis framing menjadi salah satu metode kajian media yang paling banyak digunakan di dunia akademik untuk membedah bagaimana sebuah peristiwa dibingkai. Mahasiswa ilmu komunikasi dan jurnalistik wajib memahami konsep ini sebagai bekal berpikir kritis dalam mengonsumsi informasi. Kemampuan membaca framing media menjadi keterampilan esensial di era banjir informasi seperti saat ini.

Memahami Pengertian Analisis Framing dalam Kajian Media

Analisis Framing

Analisis framing merupakan metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk mengkaji bagaimana media massa mengkonstruksi realitas melalui pemilihan sudut pandang tertentu. Kata frame dalam bahasa Inggris berarti bingkai, sehingga framing bisa dimaknai sebagai proses pembingkaian realitas. Media tidak sekadar menyampaikan fakta tetapi juga membentuk cara audiens memahami fakta tersebut.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Erving Goffman dalam bukerta “Frame Analysis: An Essay on the Organization of Experience” yang terbit pada 1974. Goffman menjelaskan bahwa individu menggunakan kerangka interpretasi tertentu untuk memahami dan merespons peristiwa di sekitarnya. Robert Entman kemudian mengembangkan konsep ini secara spesifik untuk kajian media pada 1993.

Dalam konteks perkuliahan, analisis framing sering menjadi pilihan metode untuk skripsi dan tesis mahasiswa komunikasi. Popularitasnya didorong oleh kemampuannya mengungkap dimensi tersembunyi dari pemberitaan yang tidak terlihat oleh pembaca biasa. Sebuah peristiwa yang sama bisa disajikan dengan nuansa sangat berbeda tergantung bingkai yang dipilih media.

Teori Utama dalam Analisis Framing Media

Beberapa tokoh akademik mengembangkan model analisis framing dengan pendekatan yang berbeda. Memahami setiap model membantu peneliti memilih kerangka yang paling sesuai dengan objek kajian. Berikut teori-teori utama yang menjadi rujukan:

ModelRobert Entman (1993):

  • Define Problems yaitu bagaimana peristiwa didefinisikan oleh media
  • Diagnose Causes yaitu penyebab masalah yang ditonjolkan
  • Make Moral Judgement yaitu penilaian moral yang diberikan
  • Treatment Recommendation yaitu solusi yang ditawarkan atau ditekankan

ModelZhongdang Pan dan Gerald Kosicki (1993):

  • Struktur Sintaksis yaitu cara menyusun fakta dalam berita
  • Struktur Skrip yaitu cara menceritakan peristiwa melalui unsur 5W+1H
  • Struktur Tematik yaitu cara mengaitkan fakta ke dalam tema tertentu
  • Struktur Retoris yaitu cara menekankan makna melalui pilihan kata dan gambar

Model William Gamson dan Andre Modigliani (1989):

  • Framing Devices meliputi metaphors, catchphrases, exemplars, depictions, dan visual images
  • Reasoning Devices meliputi roots, consequences, dan appeals to principle

Model Todd Gitlin (1980):

  • Framing sebagai pola seleksi, penekanan, dan presentasi yang rutin
  • Media secara konsisten mengorganisasi narasi melalui bingkai yang berulang
  • Fokus pada bagaimana ideologi dominan direproduksi melalui berita

Elemen Pembentuk Framing dalam Pemberitaan

Analisis framing bekerja dengan mengidentifikasi elemen-elemen spesifik yang membentuk bingkai sebuah berita. Setiap komponen berkontribusi pada kesan keseluruhan yang diterima pembaca. Berikut elemen yang perlu dicermati:

  1. Pemilihan judul atau headline yang menekankan aspek tertentu
  2. Lead atau paragraf pembuka yang menentukan arah narasi
  3. Penggunaan kutipan narasumber yang dipilih secara selektif
  4. Penempatan berita di halaman depan atau halaman dalam
  5. Pemilihan foto atau visual yang menyertai berita
  6. Penggunaan diksi atau pilihan kata yang mempengaruhi persepsi
  7. Informasi yang ditonjolkan versus yang dihilangkan dari pemberitaan
  8. Urutan penyajian fakta yang membentuk alur cerita
  9. Perbandingan atau konteks yang disertakan untuk memperkuat sudut pandang
  10. Caption foto dan infografis yang mengarahkan interpretasi pembaca

Setiap elemen ini bisa menjadi unit pengamatan dalam penelitian framing. Mahasiswa yang melakukan kajian perlu memeriksa seluruh komponen secara sistematis untuk mendapat gambaran utuh tentang bagaimana media membingkai sebuah isu.

Langkah Melakukan Analisis Framing untuk Penelitian

Bagi mahasiswa yang hendak menggunakan metode ini dalam skripsi atau tugas akademik, tahapan penelitian yang sistematis sangat diperlukan. Analisis framing memerlukan ketelitian dan konsistensi dalam proses pengolahan data. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:

TahapPersiapan:

  • Tentukan isu atau peristiwa yang akan dikaji
  • Pilih media yang menjadi objek penelitian minimal dua untuk perbandingan
  • Tentukan periode waktu pemberitaan yang akan dikumpulkan
  • Pilih model framing yang paling sesuai dengan tujuan penelitian
  • Susun kerangka konseptual berdasarkan teori yang dipilih

Tahap Pengumpulan Data:

  • Kumpulkan seluruh berita terkait isu dari media yang ditentukan
  • Dokumentasikan setiap berita secara lengkap termasuk judul, tanggal, dan halaman
  • Catat elemen visual seperti foto dan infografis yang menyertai
  • Buat database berita yang terorganisir untuk memudahkan pengolahan
  • Verifikasi kelengkapan data sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya

Tahap Pengolahan dan Pembahasan:

  • Identifikasi elemen framing sesuai model yang dipilih pada setiap berita
  • Kategorisasi temuan ke dalam pola-pola yang muncul
  • Bandingkan framing antar media untuk menemukan perbedaan dan persamaan
  • Interpretasikan temuan dengan menghubungkan ke konteks sosial dan politik
  • Tarik simpulan berdasarkan data yang terverifikasi

Contoh Penerapan Analisis Framing pada Berita Aktual

Memahami teori akan lebih mudah jika disertai contoh penerapan nyata. Analisis framing bisa diterapkan pada berbagai isu pemberitaan dari politik hingga sosial. Berikut ilustrasi sederhana untuk memudahkan pemahaman:

Contoh Isu Kenaikan Harga BBM:

Media A membingkai berita dengan judul “Pemerintah Selamatkan APBN dengan Penyesuaian Harga BBM”. Narasumber yang dikutip yaitu pejabat kementerian keuangan dan ekonom yang mendukung kebijakan. Framing yang dibangun mengarah pada kesan bahwa kebijakan ini diperlukan demi kebaikan jangka panjang.

Media B membingkai berita dengan judul “Rakyat Kecil Terhimpit Kenaikan BBM di Tengah Ekonomi Sulit”. Narasumber yang dipilih yaitu pedagang kecil, sopir angkutan, dan aktivis sosial. Framing yang terbangun menekankan dampak negatif terhadap masyarakat bawah.

Kedua media melaporkan peristiwa yang sama namun dengan bingkai yang menghasilkan kesan berbeda. Define problems berbeda, narasumber berbeda, dan treatment recommendation yang ditawarkan pun berbeda. Inilah yang menjadi fokus utama dalam kajian framing.

Kelebihan dan Keterbatasan Metode Analisis Framing

Setiap metode penelitian memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Analisis framing tidak terkecuali dengan berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya. Berikut evaluasi komprehensif:

Kelebihan:

  • Mampu mengungkap dimensi ideologis di balik pemberitaan
  • Memberikan pemahaman mendalam tentang konstruksi realitas oleh media
  • Fleksibel untuk diterapkan pada berbagai jenis media dan isu
  • Mengembangkan kemampuan literasi media yang kritis
  • Menyediakan kerangka sistematis untuk membedah teks berita

Keterbatasan:

  • Subjektivitas peneliti bisa mempengaruhi interpretasi data
  • Memerlukan waktu lama untuk mengolah data secara menyeluruh
  • Tidak bisa digeneralisasi karena bersifat kasuistik
  • Validitas bergantung pada konsistensi dan ketelitian peneliti
  • Hasil bisa berbeda jika dilakukan oleh peneliti yang berbeda

Untuk mengurangi subjektivitas, mahasiswa disarankan melakukan intercoder reliability test. Teknik ini melibatkan peneliti kedua yang mengkaji data secara independen kemudian membandingkan hasilnya untuk memastikan konsistensi interpretasi.

Relevansi Analisis Framing bagi Mahasiswa Komunikasi

Penguasaan metode ini memberikan berbagai kompetensi yang bermanfaat bagi karir profesional maupun akademik mahasiswa. Kemampuan membaca framing media tidak hanya berguna untuk penelitian tetapi juga kehidupan sehari-hari. Berikut relevansinya:

  1. Mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima
  2. Memahami mekanisme produksi berita di balik layar redaksi
  3. Mengenali bias media dan kepentingan yang mungkin tersembunyi
  4. Menjadi konsumen informasi yang lebih cerdas dan selektif
  5. Mempersiapkan kompetensi untuk berkarir di bidang media dan komunikasi
  6. Memahami hubungan antara media, kekuasaan, dan opini publik
  7. Mengembangkan kemampuan menulis dan menyajikan informasi secara objektif
  8. Menjadi bekal untuk kajian lanjutan di jenjang pascasarjana

Seorang dosen komunikasi di Jakarta menekankan bahwa setiap mahasiswa wajib menguasai minimal satu metode kajian media secara mendalam. Analisis framing menjadi pilihan populer karena penerapannya yang luas dan relevansinya yang tinggi dengan perkembangan media kontemporer.

Tips Menulis Skripsi dengan Metode Analisis Framing

Bagi mahasiswa yang memilih metode ini untuk tugas akhir, beberapa tips praktis membantu proses penulisan berjalan lebih lancar. Persiapan yang matang menghindarkan dari kendala di tengah jalan:

Pemilihan Topik:

  • Pilih isu yang masih aktual dan memiliki pemberitaan cukup banyak
  • Pastikan tersedia minimal dua media pembanding
  • Hindari isu yang terlalu sempit dengan pemberitaan terbatas
  • Pertimbangkan ketersediaan akses terhadap arsip berita

Penulisan Kerangka Teori:

  • Jelaskan konsep framing dari tokoh utama secara sistematis
  • Bandingkan model yang tersedia dan argumentasikan pilihan model
  • Hubungkan teori framing dengan teori komunikasi massa yang relevan
  • Sertakan penelitian terdahulu sebagai referensi pembanding

Penyajian Hasil:

  • Sajikan temuan per media kemudian bandingkan secara komprehensif
  • Gunakan tabel perbandingan untuk memudahkan pembaca
  • Sertakan kutipan berita sebagai bukti pendukung temuan
  • Diskusikan temuan dengan menghubungkan ke konteks makro

Perkembangan Kajian Framing di Era Media Digital

Lanskap media yang berubah drastis membuka dimensi baru dalam kajian framing. Analisis framing kini tidak terbatas pada media cetak dan televisi tetapi meluas ke ranah digital. Beberapa perkembangan yang perlu diperhatikan mahasiswa:

  • Media sosial menciptakan framing dari pengguna biasa bukan hanya jurnalis
  • Algoritma platform digital mempengaruhi distribusi dan konsumsi bingkai tertentu
  • Citizen journalism menghadirkan perspektif yang tidak ada di media mainstream
  • Clickbait headline menjadi bentuk framing baru yang berorientasi engagement
  • Echo chamber memperkuat bingkai tertentu dalam kelompok yang sama
  • Deepfake dan manipulasi visual menambah kompleksitas pembingkaian
  • Fact checking sebagai respons terhadap framing yang menyesatkan
  • Cross platform framing di mana satu isu dibingkai berbeda di tiap platform

Era digital membuat kajian framing semakin relevan dan menantang. Mahasiswa yang mampu mengadaptasi metode klasik ke konteks media baru akan memiliki keunggulan kompetitif baik dalam dunia akademik maupun profesional.

Kesimpulan

Analisis framing menjadi metode kajian media yang sangat relevan bagi mahasiswa komunikasi untuk memahami bagaimana berita dikonstruksi oleh media massa. Teori dari tokoh seperti Robert Entman dan Zhongdang Pan menyediakan kerangka sistematis untuk membedah elemen pembentuk bingkai berita mulai dari pemilihan judul hingga penempatan narasumber. Langkah penelitian yang terstruktur dari persiapan, pengumpulan data, hingga pembahasan memastikan hasil kajian yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan. Kemampuan membaca framing media mengasah berpikir kritis yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengonsumsi informasi secara cerdas. Di era media digital, metode ini semakin relevan dengan munculnya fenomena baru seperti algoritma distribusi, clickbait, dan citizen journalism. Penguasaan analisis framing memberikan kompetensi berharga baik untuk menyelesaikan tugas akademik maupun mempersiapkan karir di bidang media dan komunikasi.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Synchronous Learning Metode Belajar Interaktif secara Real Time

Sumber Utama Informasi Resmi & Terpercaya hanya di : inca berita

Penulis

Categories:

Related Posts

University Newspaper University Newspaper: Engaging Campus Communities through Student Journalism — Stories That Matter!
JAKARTA, inca.ac.id – University Newspaper: Engaging Campus Communities through Student Journalism isn’t just about chasing
Postcolonial Theory Postcolonial Theory: Deconstructing Power at University—What I Wish I Knew Sooner
JAKARTA, inca.ac.id – Postcolonial Theory: Deconstructing Power at University isn’t just a chunky phrase—it’s honestly
Logika Epistemologi Logika Epistemologi: Sebagai Fondasi Pengetahuan Pendidikan
inca.ac.id  —   Logika epistemologi merupakan cabang pemikiran filsafat yang membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, disusun, dan