JAKARTA, inca.ac.id – Dunia pendidikan terus berkembang dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang semakin beragam. Salah satu pendekatan yang sangat relevan diterapkan saat ini adalah teori belajar humanistik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang teori belajar humanistik menjadi penting bagi para pendidik dan calon guru. Selain itu, teori ini menekankan pentingnya memanusiakan manusia dalam setiap proses pembelajaran.
Teori belajar humanistik memandang peserta didik sebagai individu yang unik dengan potensi besar untuk berkembang. Pendekatan ini berbeda dengan teori behavioristik yang lebih menekankan stimulus dan respons. Lebih lanjut, teori belajar humanistik mengutamakan pengalaman subjektif dan kebebasan memilih dalam proses belajar. Dengan demikian, peserta didik dapat mencapai aktualisasi diri secara optimal.
Pengertian Teori Belajar Humanistik Menurut Para Ahli

Teori belajar humanistik adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan potensi manusia secara utuh. Menurut para ahli, teori belajar humanistik merupakan aliran psikologi yang muncul pada tahun 1950-an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Oleh karena itu, pendekatan ini lebih menekankan aspek positif dalam diri manusia. Selain itu, teori belajar humanistik memandang setiap individu memiliki kecenderungan alami untuk tumbuh dan berkembang.
Arthur Combs sebagai tokoh teori belajar humanistik berpendapat bahwa belajar adalah kegiatan yang dapat dilakukan di mana saja. Proses pembelajaran harus menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi individu yang melakukannya. Lebih lanjut, dalam teori belajar humanistik seorang guru tidak boleh memaksakan hal yang tidak disukai oleh peserta didik. Akibatnya, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
Sejarah Perkembangan Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik mulai berkembang pesat pada era 1960-an di Amerika Serikat. Abraham Maslow dan Carl Rogers menjadi pionir gerakan psikologi humanistik pada masa tersebut. Oleh karena itu, keduanya dianggap sebagai tokoh utama dalam teori belajar humanistik. Selain itu, aliran ini hadir sebagai alternatif dari pendekatan yang lebih mekanistis.
Pada tahun 1961, Carl Rogers menulis buku terkenalnya yang berjudul On Becoming a Person. Buku ini menjadi landasan penting dalam perkembangan teori belajar humanistik di dunia pendidikan. Lebih lanjut, Maslow juga menulis beberapa karya penting seperti Motivation and Personality dan Toward a Psychology of Being. Dengan demikian, kedua tokoh ini memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi teori belajar humanistik.
Tokoh Utama dalam Teori Belajar Humanistik
Terdapat beberapa tokoh penting yang memberikan kontribusi dalam pengembangan teori belajar humanistik. Berikut adalah tokoh-tokoh utama beserta pemikirannya:
- Abraham Maslow dengan teori hierarki kebutuhan yang terkenal
- Carl Rogers dengan konsep person-centered therapy dan kebebasan belajar
- Arthur Combs dengan pandangan bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja
- Bloom dan Krathwohl dengan taksonomi tujuan pendidikan
- David Kolb dengan teori experiential learning
Pemikiran Abraham Maslow dalam Teori Belajar Humanistik
Abraham Maslow lahir pada 1 April 1908 dan meninggal pada 8 Juni 1970 di usia 62 tahun. Beliau merupakan psikolog asal Amerika yang menjadi pelopor aliran psikologi humanistik. Oleh karena itu, pemikirannya sangat berpengaruh dalam perkembangan teoribelajarhumanistik. Selain itu, Maslow dikenal dengan teori hierarki kebutuhan yang menjadi landasan penting dalam pendidikan.
Menurut Maslow dalam teoribelajarhumanistik, setiap manusia memiliki kebutuhan yang tersusun secara hierarkis. Berikut adalah lima tingkatan kebutuhan menurut Maslow:
- Kebutuhan fisiologis seperti makanan, air, dan tidur yang cukup
- Kebutuhan rasa aman meliputi perlindungan dari bahaya fisik dan emosional
- Kebutuhan sosial berupa kasih sayang dan rasa memiliki kelompok
- Kebutuhan penghargaan mencakup pengakuan dan rasa dihargai orang lain
- Kebutuhan aktualisasi diri sebagai puncak pencapaian potensi individu
Pemikiran Carl Rogers dalam Teori Belajar Humanistik
Carl Rogers merupakan tokoh penting lainnya dalam teoribelajarhumanistik yang mengembangkan konsep person-centered therapy. Beliau berpendapat bahwa setiap manusia lahir dengan dorongan untuk meraih sepenuhnya apa yang diinginkan. Oleh karena itu, dalam teoribelajarhumanistik peserta didik tidak boleh dipaksa dalam proses pembelajaran. Selain itu, Rogers menekankan pentingnya kebebasan belajar bagi setiap individu.
Ada dua gagasan inti dari psikologi humanistik Carl Rogers yang perlu dipahami. Gagasan pertama adalah kemampuan manusia untuk menyelidiki, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Lebih lanjut, gagasan kedua adalah kebebasan untuk belajar yang menjadi hak setiap individu. Dengan demikian, tujuan pendidikan dalam teoribelajarhumanistik adalah membantu peserta didik menjadi lebih mandiri dan bebas.
Prinsip Dasar dalam Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik memiliki beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan penerapannya dalam pendidikan. Prinsip-prinsip ini berkaitan erat dengan manusia sebagai subjek belajar yang aktif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prinsip teoribelajarhumanistik sangat penting bagi pendidik. Selain itu, prinsip-prinsip ini membedakan pendekatan humanistik dengan teori belajar lainnya.
Berikut adalah prinsip dasar teoribelajarhumanistik:
- Setiap manusia memiliki naluri untuk belajar secara alamiah
- Peserta didik akan belajar dengan baik apa yang mereka ingin dan perlu ketahui
- Mengetahui cara belajar lebih penting daripada menghafal materi
- Proses belajar mampu mengubah persepsi individu tentang dirinya sendiri
- Makna belajar akan dirasakan jika dilakukan secara mandiri
- Setiap pembelajar perlu menumbuhkan kepercayaan dirinya dalam belajar
- Belajar juga berlangsung secara sosial dengan melibatkan interaksi antar individu
Ciri Khas TeoriBelajarHumanistik
Teori belajar humanistik memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari teori pembelajaran lainnya. Ciri-ciri ini menjadi identitas utama pendekatan humanistik dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ciri teoribelajarhumanistik membantu pendidik menerapkannya dengan tepat. Selain itu, ciri-ciri ini mencerminkan filosofi memanusiakan manusia dalam pembelajaran.
Berikut adalah ciri-ciri teoribelajarhumanistik yang perlu diketahui:
- Menekankan pada aktualisasi diri individu sebagai tujuan utama pembelajaran
- Proses merupakan hal penting yang menjadi fokus utama dalam belajar
- Melibatkan peran aspek kognitif dan afektif secara seimbang
- Mengedepankan pengetahuan atau pemahaman yang bermakna bagi peserta didik
- Mengedepankan bentuk perilaku dan kepribadian yang positif
- Tidak ada pihak yang berhak mengatur proses belajar setiap individu
Kelebihan Penerapan Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik membawa banyak manfaat positif bagi perkembangan peserta didik. Pendekatan ini sangat cocok diterapkan untuk membentuk karakter dan kepribadian yang positif. Oleh karena itu, banyak sekolah modern mulai mengadopsi teoribelajarhumanistik dalam kurikulumnya. Selain itu, pendekatan ini mendukung guru untuk lebih memahami kondisi dan potensi setiap peserta didiknya.
Berikut adalah kelebihan teoribelajarhumanistik:
- Meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik secara signifikan
- Peserta didik menjadi lebih partisipatif, demokratis, dan humanis
- Membantu peserta didik membedakan mana yang baik dan buruk bagi dirinya
- Peserta didik belajar menghargai kebebasan dan pendapat orang lain
- Cocok untuk pembelajaran yang bertujuan membentuk karakter positif
- Peserta didik menjadi manusia yang bebas dan bertanggung jawab atas pilihannya
- Dalam jangka panjang peserta didik dapat meraih aktualisasi diri dengan baik
Kekurangan dalam TeoriBelajarHumanistik
Meskipun memiliki banyak kelebihan, teori belajar humanistik juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Setiap teori pembelajaran memang tidak dapat disamaratakan untuk semua kondisi dan individu. Oleh karena itu, pendidik perlu memahami keterbatasan teoribelajarhumanistik agar dapat mengantisipasinya. Selain itu, pemahaman ini membantu pendidik mengkombinasikan dengan pendekatan lain yang sesuai.
Berikut adalah kekurangan teoribelajarhumanistik:
- Proses belajar bisa gagal jika tidak ada kesungguhan dari setiap individu
- Dapat memunculkan sikap individualisme pada peserta didik tertentu
- Peran pendidik menjadi terbatas karena hanya sebagai fasilitator
- Peserta didik yang pasif dan malas mendalami potensi diri akan tertinggal
- Tidak mudah diterapkan secara praktis dan sistematis dalam pembelajaran
- Pendidik tidak boleh lelah dalam memberikan motivasi kepada peserta didik
- Dapat memicu kesenjangan keberhasilan antar individu dalam satu kelas
Peran Guru dalam Teori Belajar Humanistik
Dalam teori belajar humanistik, guru memiliki peran yang berbeda dibandingkan pendekatan tradisional. Guru tidak lagi menjadi sumber utama pengetahuan melainkan berperan sebagai fasilitator pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman tentang peran guru dalam teoribelajarhumanistik sangat penting. Selain itu, guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Berikut adalah tugas guru sebagai fasilitator dalam teoribelajarhumanistik:
- Memberikan motivasi belajar di awal dan selama proses pembelajaran berlangsung
- Memahami karakter dan potensi unik dari setiap peserta didik
- Menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai dan relevan
- Menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik secara berkelanjutan
- Memberikan umpan balik yang membangun bukan kritik yang menjatuhkan
- Menciptakan suasana kelas yang mendukung dan bebas dari tekanan
Langkah Penerapan TeoriBelajarHumanistik di Kelas
Penerapan teori belajar humanistik dalam pembelajaran membutuhkan persiapan yang matang dari pendidik. Aspek kognitif dan afektif harus diperhatikan secara seimbang agar hasil pembelajaran optimal. Oleh karena itu, langkah-langkah penerapan teoribelajarhumanistik perlu dipahami dengan baik. Selain itu, pendidik harus konsisten dalam menjalankan setiap tahapan pembelajaran.
Berikut adalah langkah-langkah penerapan teori belajar humanistik:
- Menentukan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur
- Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik
- Mengidentifikasi topik atau materi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik
- Merancang fasilitas dan sumber belajar yang dibutuhkan
- Membimbing dan mengamati peserta didik selama proses pembelajaran
- Mendorong peserta didik untuk menerapkan pembelajaran di luar kelas
- Melakukan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan peserta didik
Contoh Penerapan TeoriBelajarHumanistik dalam Pendidikan
Teori belajar humanistik dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendekatan ini sangat efektif untuk materi yang bertujuan membentuk karakter dan kepribadian. Oleh karena itu, banyak lembaga pendidikan modern mulai mengadopsi teori belajar humanistik. Selain itu, penerapan yang tepat akan menghasilkan peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab.
Beberapa contoh penerapan teoribelajarhumanistik di kelas:
- Memberikan kebebasan kepada peserta didik memilih topik proyek sesuai minatnya
- Menciptakan kelompok diskusi untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi materi
- Mengadakan kegiatan refleksi diri untuk meningkatkan kesadaran peserta didik
- Memberikan tantangan yang memotivasi peserta didik mengembangkan kemampuannya
- Menyediakan berbagai pilihan metode belajar sesuai gaya belajar masing-masing
- Mengapresiasi setiap kemajuan peserta didik meskipun masih kecil
Kesimpulan
Teori belajar humanistik adalah pendekatan pembelajaran yang memanusiakan manusia dan berfokus pada pengembangan potensi individu secara utuh. Tokoh utama dalam teori ini adalah Abraham Maslow dengan hierarki kebutuhan dan Carl Rogers dengan konsep kebebasan belajar. Selain itu, prinsip dasar teoribelajarhumanistik menekankan bahwa setiap manusia memiliki naluri alamiah untuk belajar dan berkembang. Oleh karena itu, pendidik berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mencapai aktualisasi diri.
Penerapan teoribelajarhumanistik memiliki kelebihan seperti meningkatkan motivasi belajar dan membentuk karakter positif pada peserta didik. Namun, teori ini juga memiliki kekurangan seperti sulitnya diterapkan secara praktis dan potensi munculnya kesenjangan antar individu. Lebih lanjut, keberhasilan penerapan teoribelajarhumanistik sangat bergantung pada kesungguhan peserta didik dan kemampuan guru sebagai fasilitator. Dengan pemahaman yang baik tentang teoribelajarhumanistik, pendidik dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Pemrograman Arsitektur: Tahap Awal Proses Desain Bangunan
#Abraham Maslow #aktualisasi diri #Carl Rogers #Fasilitator Pembelajaran #Hierarki Kebutuhan #Pembelajaran Humanis #Pendekatan Humanistik #pendidikan karakter #psikologi pendidikan #Teori Belajar Humanistik
